Jangan Biarkan Otak dan Skill Programming Kita Teroplos AI Seperti Pertamax teroplos Pertalite!

|

AI mencoba mengoplos dirinya dengan otak manusia

Halo, Sobat Informatika ๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜Š.

Pada postingan sebelumnya, kita sudah bahas sisi gelap dari Artificial Intelligence (AI), khusunya bagi seorang programmer. Jika kita ga bijak dalam penggunaan AI bukan tidak mungkin otak ataupun skill kita bakal “teroplos” dengan kemampuan AI ๐Ÿ˜ฑ.

Sobat Informatika tentu sudah mendengar berita pengoplosan Pertamax dengan Peratlite kan? Terlepas dari siapa yang melakukan dan apa motvasi pelakunya, tindakan tersebut tentu merugikan konsumen Pertamax. Alih-alih konsumen mendapatkan BBM berkualitas nyatanya konsumen mendapatkan BBM beroktan rendah ๐Ÿ˜.

Yup, otak manusia yang sudah “teroplos” dengan AI tak ada bedanya dengan Pertamax yang dioplos dengan Pertalite. Otak manusia tersbut tentu akan menurun kualitasnya. Siapa yang dirugikan? Ya setidaknya orang itu sendiri yang dirugikan. Lalu siapa lagi? Ya, let say orang yang meng-hire orang tersebut bekerja. Alih-alih mendapatkan karyawan berkualitas tinggi ternyata dia mendapatkan karyawan yang skill-nya teroplos dengan AI ๐Ÿคญ.

Lalu gimana caranya agar otak atau skill coding kita tidak teroplos dengan AI? Nah kita akan bahas di artikel ini.


Perlu Om Pilu disclaimer dulu di awal, bahwasannya sampai saat ini belum ada fatwa haram terkait penggunaan AI. Artinya, sah-sah saja jika Sobat Informatika menggunakan AI ketika ngoding ๐Ÿคญ.

Hanya saja agar Sobat Informatika tidak terdampak oleh sisi gelap AI, Om Pilu ada tips yang bisa Sobat Informatika lakukan ๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜Š:

Gunakan AI sebagai Asisten, Bukan Pengganti

Tidak masalah jika AI membantu Sobat Informatika menyelesaikan coding Sobat Informatika, tapi Sobat Informatika harus tetap memahami logika di balik kodenya. Jadi jangan cuma terima beres. Pahami juga coding yang diberikan oleh AI.

Tetap Asah Skill Dasar

Sesekali lah Sobat Informatika latih skill coding-nya. Mungkin Sobat Informatika bisa gunakan platform Leetcode atau sejenisnya untuk tetap melatih skill dan logika yang Sobat Informatika miliki. Jangan sampai AI bikin kita lupa cara ngoding sendiri.

Selalu Review & Validasi Kode AI

AI bisa salah walaupun kerjanya cepet! Jadi jangan terima mentah-mentah kode hasil AI. Pastikan kode yang dihasilkan aman dan efisien.

Pahami Etika & Keamanan AI

Karena AI mendapatkan pengetahuannya dari sumber publik maka bisa saja kode yang diberikan oleh AI memiliki celah kemanan, entah celah yang disengaja ataupun tidak. Selain itu ada potensi juga kode yang diberikan mengandung unsur plagiarisme. Jadi hati-hati ya guys…

Gunakan AI untuk Belajar, Bukan Cuma Cepat Jadi

AI memang menawarkan hasil yang instan, tapi sesuatu yang instan tidak akan membuat Sobat Informatika banyak belajar. Jadi, Om Pilu sarankan pakailah AI untuk eksplorasi solusi, bukan sekadar cari jalan pintas.

Jangan Kehilangan Kreativitas & Idealisme

Setiap dari kita itu punya pola pikir dan kreativitas yang unik. Jangan biarkan AI mematikan kreativitas dan idealisme Sobat Informatika sekalian. AI bisa bantu eksekusi gagasanmu, tapi ide dan inovasi tetap datang dari kita!


Well itu tadi tips agar Sobat Informatika tetap menjadi programmer yang berkualitas dan skill-nya tidak “teroplos” dengan AI.

Nah, mungkin Sobat Informatika punya tips lainnya atau pandangan yang berbeda, silahkan kita diskusi di kolom komentar ya.. See you on the next post…๐Ÿš€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *