
Mungkin banyak dari kita yang punya mimpi untuk kuliah atau riset di luar negeri. Tapi, terkadang ragu menghantui: “Bisa nggak ya? Apa aku kompeten?” Nah, inilah kisah inspiratif Rakandhiya (atau Raka), seorang lulusan S1 Informatika yang berhasil meraih impian itu melalui program Beasiswa PhD Garuda ACE, sebuah program yang membuka pintu ke peluang luar biasa.
Langkah awal : Memantapkan Diri dan Menyiapkan CV
Bagi Raka, perjalanan menuju luar negeri dimulai dengan langkah berani: mendaftar Garuda ACE, meski CV-nya saat itu belum “wah.” Tapi, satu hal yang pasti, rasa ingin tahunya besar, dan dia percaya pada potensi dirinya. Di tahap awal, ia mempersiapkan CV dan latihan interview. Baginya, CV bukan sekadar lembaran kertas, melainkan cerminan semangat. Jadi, buat kalian yang mungkin merasa CV masih kurang, jangan patah semangat. Yang penting, tunjukkan pengalaman dan ketertarikan kita dengan cara yang menarik!
Proses Seleksi: Persiapan dan Percaya Diri
Di Garuda ACE, setiap pendaftar perlu melewati seleksi yang cukup ketat, termasuk wawancara dalam bahasa Inggris dengan tim dari Dikti. Raka belajar untuk tampil percaya diri dan mampu menjelaskan dengan lugas mengapa dirinya cocok dengan proyek riset yang diincar. Yang menarik, dia nggak sendirian; bersama para pendaftar lainnya, mereka saling koordinasi dan berbagi info supaya proses pendaftaran bisa berjalan lancar tanpa saling “menyandung” teman sendiri. Bayangkan, dari proses seleksi saja sudah terbentuk rasa kebersamaan!
Apa Itu Beasiswa Garuda ACE?
Program ini nggak cuma soal riset, tapi juga tentang membangun kompetensi, kemampuan komunikasi, dan, yang paling keren, kesempatan berinteraksi dengan profesor dari universitas luar negeri. Lewat program ini, kita punya peluang buat “mengikat hati” profesor—bukan cuma sebagai mentor, tapi mungkin juga jadi pemberi rekomendasi yang kelak berguna di masa depan.
Raka mengerjakan riset tentang Edge AI Compression di University of Georgia, yang intinya mengoptimalkan model AI agar bisa berjalan optimal di perangkat edge tanpa mengorbankan akurasi. Topik ini mengharuskan Raka mendalami teknik kompresi seperti quantization, pruning, dan knowledge distillation. Meski terdengar teknis, yang membuatnya menarik adalah dukungan penuh dari tim universitas di sana. Bukan cuma ilmunya, bahkan perangkatnya disediakan!
Tantangan dan Tekanan
Namanya juga riset, nggak melulu lancar. Tantangan yang dihadapi Raka nggak hanya teknis, tapi juga mental. Banyak hal baru yang harus dipelajari dalam waktu singkat, dan sering kali ia harus begadang untuk memecahkan masalah. Tekanan pun datang, terutama saat harus menunjukkan progres tiap minggu. Namun, dukungan dari para kolaborator membantu Raka bertahan dan melewati segala hambatan. Setiap kemajuan, sekecil apa pun, diapresiasi. Inilah pentingnya menjaga komunikasi dengan tim, berdiskusi, dan terus maju meski pelan-pelan.
Hasil: Pencapaian dan Penghargaan
Setelah 18 bulan penuh perjuangan, kerja keras Raka terbayar. Ia berhasil memublikasikan hasil risetnya di jurnal SINTA 2 dan di konferensi IEEE EDGE 2024 di Shenzhen, Tiongkok. Bahkan, ia meraih penghargaan Best Paper Award di sana! Penghargaan ini tak hanya mengangkat namanya, tetapi juga membuka jalan menuju kesempatan besar: rekomendasi dari profesor di Amerika Serikat untuk melanjutkan PhD dengan dukungan asisten riset di University of Georgia.
Pelajaran Berharga dan Pesan untuk Kita Semua
Kisah Raka adalah bukti bahwa kepercayaan diri, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba adalah kunci untuk meraih mimpi besar. Dalam program seperti Garuda ACE, yang penting bukanlah seberapa hebat CV kita di awal, tetapi bagaimana kita berproses dan terus belajar sepanjang jalan.
Bagi kalian yang bercita-cita untuk kuliah atau riset di luar negeri, jangan ragu untuk mencoba. Mungkin akan ada malam-malam begadang, perasaan cemas, bahkan gagal, tapi yakinlah, di setiap tantangan pasti ada jalan menuju pencapaian. Dan ingat, kita nggak sendirian—selalu ada mentor, teman, dan kolaborator yang siap mendukung.
Siapa tahu, cerita Raka bisa menjadi inspirasi bahwa, siapa pun kita, asal punya semangat dan keberanian, dunia luar sana bukanlah mimpi yang mustahil digapai. Selamat mencoba dan meraih bintang, siapa tahu, cerita sukses selanjutnya adalah milik kalian!
Leave a Reply