AI bagi Programmer: Solusi atau Ancaman?

|

kecerdasan buatan menguasai dunia

Halo, Sobat Informatika πŸ‘‹πŸ˜Š.

Pernah ga sih Sobat Informatika menggunakan tools AI (Artificial Intelligence) untuk ngebantu dalam penulisan coding?

Seberapa sering Sobat Informatika menggunakan AI? Apakah Sobat Informatika termasuk tipe orang yang dikit-dikit nanya ke AI, bahkan untuk problem coding sederhana? Atau, tipe orang yang nanya seperluanya aja? Atau jangan-jangan Sobat Informatika adalah golongan yang menganggap bahwa AI hanya digunakan oleh orang-orang yang lemah?! 😏

Tools AI apa aja yang sering Sobat Informatika gunakan? Apakah itu-itu aja, misal ChatGPT? Atau Sobat informatika menggunakan banyak variasi dalam penggunaan tools AI? Lalu, menurut Sobat bagaimana posisi AI dalam kehidupan Sobat Informatika? πŸ€”

Mungkin saya terkesan kepo banget ya sampai menanyakan hal-hal tersebut kepada Sobat Informatika. Well, sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tadi tujuannya adalah untuk merefleksikan diri Sobat Informatika tentang sudah sejauh mana mengenal AI dan hidup berdampingan dengan AI. 🧐

Alasan saya menulis Artikel ini pun cukup sederhana, yaitu agar Sobat Informatika dapat menjawab dengan lugas bagaimana posisi AI di hidup Sobat Informatika, apakah sebagai solusi atau sebagai ancaman yang tidak Sobat sadari 😱. Selain itu, saya ingin berbagi tentang bagaimana langkah-langah bijak dalam menggunakan teknologi ini agar tidak menyesal di kemudian hari 🀭.


Apa Itu Artificial Intelligence?

Berdasarkan literatur-literatur yang ada, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan secara sederhana dapat diartikan sebagai teknologi yang membuat komputer bisa “berpikir” dan menyelesaikan tugas seperti manusia.

Dalam pemrograman, AI bisa menulis kode, memperbaiki bug, dan memberikan saran. Tentu kemampuan-kemampuan tersebut memberikan daya tarik tersendiri bagi para programmer, termasuk Sobat Informatika bukan?

Secara formal, penggunaan AI pada bidang pemrograman dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan Efisiensi: AI membantu programmer bekerja lebih cepat.
  • Mengurangi Kesalahan: AI bisa mendeteksi bug sebelum kita menyadarinya.
  • Membantu Pemula: AI bisa jadi mentor bagi yang baru belajar coding.
  • Mengotomatisasi Tugas Berulang: Biar programmer fokus ke hal yang lebih kreatif.

Sisi Gelap Artificial Intelligence

Sayangnya, Artificial Intelligence tidak saja menawarkan hal-hal positif. Ada sisi gelap yang mungkin tidak Sobat Informatika sadari ketika menggunakannya secara berlebihan.

Bagi Sobat informatika yang beragama muslim tentu tidak asing dengan potongan ayat sebagai berikut:

“… Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan

QS. Al-A’raf: 31

Yup, sebenarnya dari potongan ayat tersebut kita diingatkan bahwa segala seuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk penggunaan AI secara berlebihan.

Ada empat tingkat keparahan jika Sobat Informatika menggunakan AI tanpa batas, yaitu:

Stadium 1 – Mulai Kecanduan dengan AI

Pada tahap ini, Sobat Informatika terlalu mengandalkan AI untuk menyelesaikan masalah teknis bahkan yang sederhana sekalipun. Sobat Informatika mungkin kehilangan kemampuan untuk memecahkan masalah secara kreatif dan mandiri. Sobat Informatika mulai merasa bahwa AI adalah tools wajib untk melakukan pekerjaan. Pada tahap ini, mungkin Sobat Informatika masih dapat ditolong.

Stadium 2 – Ketergantungan pada Algoritma/Logika yang Diberikan AI

Penggunaan AI secara berlebihan bisa membuat Sobat Informatika lupa atau tidak lagi memahami algoritma dasar dan logika yang seharusnya Sobat Informatika kuasai. Apakah Sobat Informatika masih ingat algoritma bubble search? Ehm, jika sampai pada tahap ini maka seharusnya Sobat Informatika harus sudah mulai merasa khawatir.

Stadium 3 – Kehilangan Sentuhan Manusia

Penggunaan AI berlebihan dalam membuat keputusan dapat mengurangi aspek human touch dari setiap karya yang Sobat Informatika hasilkan. Sobat Informatika mungkin saja akan terlena dengan kecepatan dan akurasi yang AI tawarkan. Lama-kelamaan Sobat Informatika akan mempercayakan mayoritas pekerjaan Sobat pada AI. Artinya mayoritas pekerjaan tersebut tidak lagi memiliki sentuhan manusia.

Stadium 4 – Desain dan Inovasi yang Berhenti Berkembang

Inovasi dalam dunia teknologi sering datang dari programmer yang berpikir “di luar kotak”. Jika AI mengisi sebagian besar peran desain, apakah ada ruang lagi untuk inovasi yang benar-benar baru dan kreatif? Jika Sobat Informatika sudah berada pada fase ini maka akan sangat sulit untuk mengembalikan Sobat Informatika menjadi individu yang kreatif kembali, dan mungkin saja Sobat Informatika akan tergantikan oleh AI.


Lalu bagaimana sebaiknya kita bersikap?πŸ€” Well untuk itu kita bahas di part berikutnya aja ya😁. Udah kepanjangen nih bray pembahasannya…

So, bagi Sobat Informatika yang punya pengalaman unik pakai AI, share di kolom komentar ya.. See you on the next post…πŸš€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *