
Program Studi Informatika Universitas Amikom Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan sejumlah dosennya dalam meraih pendanaan Program Penelitian BIMA Tahun Pelaksanaan 2026. Program ini merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dalam mendukung pengembangan riset unggulan di perguruan tinggi Indonesia.
Dalam skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR), Ferian Fauzi Abdulloh, S.Kom., M.Kom. berhasil lolos sebagai ketua peneliti dengan judul riset terkait pengembangan Residual Attention-based Spatio-Temporal Graph Convolutional Network untuk meningkatkan akurasi peramalan inflasi regional di Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan graph neural network dan socio-economic embeddings guna menghasilkan prediksi ekonomi yang lebih presisi dan adaptif.
Sementara itu, Nafiatun Sholihah, S.Kom., M.Cs. juga berhasil meraih pendanaan sebagai ketua peneliti melalui riset pengembangan model deep learning ringan berbasis EfficientNet-Lite untuk deteksi dini penyakit unggas berbasis smartphone. Inovasi ini diharapkan mampu membantu peternak rakyat dalam melakukan diagnosis cepat dan meningkatkan produktivitas sektor peternakan. Selain itu, Nafiatun turut berkontribusi sebagai anggota dalam penelitian prediksi inflasi berbasis teknologi spatio-temporal.
Pada skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), Yudi Sutanto, M.Kom. lolos sebagai ketua peneliti dengan fokus pada optimasi algoritma RSA-PSS yang dilengkapi mekanisme anti-replay attack untuk meningkatkan keamanan sistem verifikasi identitas berbasis QR Code. Penelitian ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem keamanan digital yang andal.
Keberhasilan ini turut didukung oleh tim dosen anggota, yaitu Rifda Faticha Alfa Aziza, S.Kom., M.Kom., Majid Rahardi, S.Kom., M.Eng., Andika Agus Slameto, M.Kom., serta Amirudin Khorul Huda, M.Kom., yang berkontribusi dalam berbagai topik penelitian, mulai dari artificial intelligence, keamanan sistem, hingga teknologi inklusif seperti sistem lipreading berbasis AI.
Capaian ini mencerminkan komitmen Universitas Amikom Yogyakarta dalam mendorong budaya riset inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui hibah BIMA 2026, diharapkan hasil penelitian para dosen dapat memberikan kontribusi strategis dalam pengembangan teknologi, peningkatan ketahanan ekonomi, serta transformasi digital di Indonesia.
Prestasi dosen dalam meraih hibah riset nasional ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Amikom Yogyakarta adalah pilihan tepat bagi kamu yang ingin berkembang di bidang teknologi, AI, dan keamanan digital. Saatnya kamu menjadi bagian dari ekosistem akademik yang inovatif dan berdampak. Daftarkan dirimu sekarang dan mulai perjalanan menuju karier masa depan di dunia informatika!


Leave a Reply